Helikopter mini buatan NASA, Ingenuity, dilaporkan telah berhasil menjalani penerbangan pertama di Mars pada Senin (19/4). Pencapaian ini merupakan sejarah dalam eksplorasi antariksa dan kemungkinan menjadi pionir berbagai teknologi pada masa depan.

Baling-baling Ingenuity bergerak 2.500 putaran per menit berlawanan arah jarum jam, ini sekitar lima kali lebih cepat dari helikopter di Bumi. Gerakan baling-baling itu cukup mendukung Ingenuity mendapatkan traksi agar mengudara di atmosfer Mars yang tipis.

Butuh waktu beberapa jam sampai akhirnya sensor NASA di Bumi mendapatkan sinyal untuk mengonfirmasi penerbangan Ingenuity untuk pertama kalinya.

Ingenuity mengudara setinggi sekitar 3 meter, kemudian bertahan selama 30 detik. Ini merupakan penerbangan kontrol jarak jauh perdana yang pernah dilakukan di planet lain.

Ingenuity menyentuh permukaan Mars pada 4 April, setelah turun dari perut robot NASA khusus misi Mars, Perseverance, yang sudah mendarat pada 18 Februari. Selama menempel di Perseverance, Ingenuity mendapatkan suplai energi gratis, namun setelah turun alat ini harus mengandalkan baterainya sendiri.

Menurut Business Insider, walau 3 meter sepertinya tidak begitu tinggi, mengudara di ketinggian ini di Mars setara terbang di tiga kali ketinggian Gunung Everest. Perlu dipahami atmosfer di Mars sangat tipis, sekitar 1 persen dari kepadatan di Bumi.

Misi Ingenuity sebenarnya sederhana, yakni menunjukkan bahwa teknologi helikopter dapat digunakan di lingkungan ekstrem.

Dua kamera yang berada di bagian bawah Ingenuity merekam gambar dan kemungkinan hasilnya akan diumumkan kemudian.

Penerbangan Ingenuity tidak bisa dilakukan secara langsung, mengingat butuh waktu sekitar 8 menit sinyal menjelajah antara Bumi dan Mars. Ingenuity mesti melakukan penerbangan secara otonom.

Faktanya, NASA tidak mendapatkan informasi apapun dari Ingenuity sekitar tiga jam setelah penerbangan dilakukan. Saat sinyal sampai menunjukkan Ingenuity mendarat dengan sempurna, orang-orang di ruang kontrol dikatakan gembira dan tepuk tangan.

“Kita sekarang bisa bilang bahwa manusia telah menerbangkan helikopter di planet lain. Kita mesti mengambil momen untuk merayakan,” kata MiMi Aung, Project Manager Ingenuity.

The Verge menjelaskan energi baterai Ingenuity akan habis setelah mendarat, jadi membutuhkan waktu sampai akhirnya mengirimkan sinyal. NASA dikatakan akan mengolah data beberapa foto resolusi rendah yang diambil Ingenuity saat terbang.

Selain itu NASA juga dilaporkan akan mendapatkan gambar penerbangan Ingenuity dari kamera Perseverance dengan resolusi lebih tinggi.

Penerbangan pertama Ingenuity akan menjadi parameter upaya penerbangan selanjutnya. Aung mengatakan usia pakai Ingenuity akan dipengaruhi seberapa baik pendaratan yang dilakukan.

Hal ini mengindikasikan NASA masih bisa melakukan beberapa penerbangan Ingenuity dalam waktu 31 hari. Setelah itu kemungkinan Ingenuity akan pensiun di Mars

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Technology